My 2026 Self-Education Plan

By Zuzu Syuhada - Januari 01, 2026

Ada satu istilah yang cukup populer di internet yang cukup sering saya dengar di tahun 2025; personal curriculum. Banyak sekali influencer self-improvement di luar negeri yang mulai membagikan personal curriculum mereka dengan berbagai macam topik. Jadi saya pikir, saya ingin juga melakukannya.

Sebenarnya dalam konteks life long learning saya sudah memiliki personal curriculum, yang bahkan sekarang digunakan oleh member komunitas belajar saya; Rahmah Study Club. Tiap akan memulai season baru, saya yang membuat silabus dan jadwal belajar. Tapi hanya sebatas belajar Al-Qur'an saja. 

Tahun lalu sebelum ngide daftar beasiswa, saya sempat kepikiran tentang urgensi kuliah S2 buat saya. Karena biaya kuliah yang sangat mahal, dan saya tidak ada minat untuk mengejar karir yang butuh gelar akademik sebenarnya kuliah S2 bukan kebutuhan bagi saya. Jadi keinginan kuliah itu sekadar menghidupkan mimpi saya saja yang dulu pernah ada. Selain itu, iklim belajar yang hidup yang ingin saya kejar. Tapi kalaupun ternyata itu tidak tercapai, setidaknya self-education dengan personal curriculum ini sepertinya pas untuk dicoba karena menjadi terdidik tidak perlu institusi.

Lalu apakah saya tidak akan mencoba beasiswa lagi?! Oh tentu saja saya akan tetap coba. Rugi dong tes TOEFL mahal-mahal kalau tidak dimanfaatkan! 😝 Saya bahkan sedang memikirkan kemungkinan untuk mengikuti tes beasiswa Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) Scholarships. Tempo hari ketika jalan-jalan di websitenya, saya menemukan satu jurusan yang cukup menarik buat saya; MSc in Applied Linguistics and Second Language Acquisition. Begitu melihat deskripsinya saya langsung tertarik dan mencari tahu apa saja yang ditawarkan dari jurusan itu. Lalu saya memutuskan untuk memilih jurusan itu jika nanti akan mendaftar lagi untuk beasiswa tahun depan. Dan karena saya tidak punya latar belakang pendidikan di bidang linguistik, saya pun bertanya kepada Chat GPT tentang kursus apa saja yang perlu saya pelajari agar nanti bisa mengikuti perkuliahan, kalau-kalau memang takdir baik itu benar-benar milik saya.

Jadi inilah yang disarankan ChatGPT untuk saya belajar linguistik:

1. Dasar Linguistik

Rekomendasi course:

(A) Linguistics 101 / Introduction to Linguistics

  • Fonologi (phonology)
  • Morfologi (morphology)
  • Sintaksis (syntax)
  • Semantik (semantics)
  • Pragmatik (pragmatics)

Pilihan kursus online:

  • MIT OpenCourseWare – Introduction to Linguistics (gratis, sangat lengkap)
  • Coursera – Miracles of Human Language (Leiden University)
  • Coursera – Linguistics 101 by HSE University

2. Psikolinguistik & Cognitive Science of Language

Rekomendasi course:

  • Coursera – Introduction to Psycholinguistics (Leiden University)
  • edX – The Science of Language (UMD)
  • MIT OCW – Brain and Cognitive Sciences (select lectures)

Outcome: memahami bagaimana otak memproses bahasa, memori bekerja, input, dan produksi bahasa.

3. Dasar-dasar Second Language Acquisition (SLA)

Rekomendasi course:

  • Coursera – Second Language Acquisition (University of London)
  • FutureLearn – Understanding Language: Learning and Teaching (British Council)
  • edX – Language Teaching and SLA (UALT)
  • TESOL Certificate (Arizona State University) — Coursera (paling komprehensif)

4. Bilingualism

Rekomendasi course:

  • Coursera – Bilingualism (University of Houston)
  • FutureLearn – Multilingual Learning (HKU)

5. Sociolinguistics

Rekomendasi course:

  • Coursera – Sociolinguistics (HSE University)
  • FutureLearn – Sociolinguistics: Understanding Language in Society

6. Skill Akademik: Linguistic Research & Writing

Rekomendasi course:

  • Coursera – Writing in the Sciences (Stanford) → agar tulisan akademikmu jernih
  • edX – How to Write an Academic Paper
  • Coursera – Qualitative Research Methods (Amsterdam)
  • Coursera – Quantitative Methods (HSE University)

Untuk awalan sepertinya saya akan memulai dengan belajar skill akademik dulu, karena sebetulnya tahun lalu saya sudah memulai mengambil course Writing in the Sciences dan baru menuntaskan 2 modul. Jadi sekalian saja mulai dari sana.


Sambil browsing saya juga menemukan jurusan serupa di Australia. Karena saya juga akan tetap mendaftar beasiswa AAS tahun depan, saya pikir mengubah jurusan mungkin bisa jadi jalan yang baik untuk saya. Maka saya menyimpan 3 jurusan dan kampus yang akan jadi pilihan saya nanti; Master of Applied Linguistics di The University of QueenslandMaster of General and Applied Linguistics di Australian National University, dan Master of Applied Linguistics di Monash University.

Selain kurikulum di atas, saya juga punya PR untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya sekaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti tes IELTS karena beasiswa Oxford tidak menerima hasil tes TOEFL ITP. Saya harus mendapat nilai 7.5 dan itu pasti tidak mudah. Disamping segala kesibukan dan target saya yang lain, saya punya feeling kalau tahun ini akan berjalan lebih baik dari tahun lalu.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments