Tahun lalu saya mendaftar beasiswa AAS dan email penolakannya dikirim tanggal 23 Juni. Tahun ini, email penolakan dikirim tadi siang, menjelang sore lebih tepatnya. Saya sempat deg-degan karena memang sangat menginginkan beasiswa ini. Beda dengan tahun lalu yang saya kurang cocok dengan jurusannya. Tapi memang sepertinya bukan takdir saya kuliah ke Australia, jadi kali ini pun masih gagal.
Kalau ditanya apakah saya kecewa dengan hasil ini? Jawabannya tidak. Saya paham sekali kenapa saya tidak lulus seleksi ini. Dari jumlah pendaftar saja sudah banyak sekali saingannya. Selain itu, saya juga merasa esai yang saya buat masih kurang meyakinkan.
Lalu apakah saya akan mendaftar lagi tahun depan? Sepertinya juga tidak. Alasannya, karena saya sudah kuliah di Gontor sekarang. Proses belajar di Gontor yang sedang saya jalani saat ini sudah sangat menyenangkan dan saya pikir lebih baik saya fokus kepada hal lain yang lebih bermanfaat selain memburu beasiswa; yaitu belajar bahasa Inggris dan Arab. Ini juga merupakan alasan kedua kenapa saya merasa tidak perlu memburu beasiswa tahun depan. Sertifikat TOEFL yang saya miliki hanya berlaku selama 2 tahun. Artinya tahun depan sudah tidak bisa dipakai lagi. Kalau mau mendaftar beasiswa, harus ujian lagi yang artinya harus bayar lagi. It's too much.
Mungkin rencana yang masuk akal untuk saat ini adalah saya selesaikan study S2 di Gontor sambil menemani Qia dan Aqsha belajar di rumah, lalu mempersiapkan diri untuk mencari beasiswa S3. Sepertinya yang seperti itu lebih masuk akal dan realistis. We'll see, kejutan apa yang akan terjadi di 6 bulan ke depan.

.jpg)

0 Comments