Review Dorama Mikami Sensei / Mr. Mikami's Classroom Episode 1

By Zuzu Syuhada - Juni 21, 2026

 

Finally... Setelah setahun yang lalu tayang tapi saya gagal nonton gara-gara kesulitan cari akses yang menyediakan subtitle dan kwalitas video yang memadai, akhirnya saya teringat lagi pada dorama ini gara-gara drakor Teach You a Lesson yang sedang ngehype beberapa waktu belakangan ini. Dengan kekuatan situs LK21 maka kemarin malam saya menonton episode 1 dengan nyaman. Review ini akan saya buat secara bertahap, mengingat konten dorama ini agak berat dengan banyak tokoh dan alur yang cukup njelimet. Tentu saja dengan penuh spoiler, seperti biasa.

Saya tahu dorama ini dari ONE OK ROCK, of course. Waktu itu beritanya agak mengejutkan. Tiba-tiba ONE OK ROCK mengupload trailer dorama ini dengan soundtrack lagu Puppets Can't Control You. Bukan cuma fans yang heboh, belakangan para aktor di dorama ini pun terekam kaget ketika mengetahui bahwa ONE OK ROCK jadi pengisi OST. dorama mereka. Again, untuk konteks, Taka yang notabene anak artis legendaris punya pengalaman nggak menyenangkan dengan industri TV. Makanya ONE OK ROCK itu jarang banget muncul atau melakukan promosi lewat televisi nasional. Makanya juga, keterkenalan dan pencapaian mereka itu sangat dihormati oleh artis-artis lain di Jepang karena bisa dibilang proses mereka tidak ditopang oleh industri yang sudah mapan semacam anime atau program televisi lainnya.

Yang istimewa dari dorama ini adalah, katanya, —karena saya juga bukan wibu— aktor pendukungnya keren-keren semua. Dan sebanyak itu. Nilai plus kedua adalah tema yang diangkat di dorama ini cukup beresiko; politik di dunia pendidikan. Secara umum, orang Jepang jarang sekali membahas tema politik, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam format hasil seni yang gamblang seperti dorama. ONE OK ROCK yang dibilang berani pun menurut saya masih bermain aman dengan hanya memention hal-hal umum dalam tema politik. Seperti itupun di Jepang sana album DETOX sudah cukup jadi pembicaraan.

***

Episode 1 dibuka dengan tragedi pembunuhan di lokasi tes CPNS bertepatan dengan perpindahan tugas Mikami Takashi, seorang birokrat di Kementerian Pendidikan Jepang yang "diasingkan" ke sekolah menengah swasta dalam program kementerian. Dalam persepsinya, temannya —Makino Kyosuke— telah menjebaknya sehingga dia tersingkir dari kementerian dan ditugaskan mengajar di sekolah. Dari adegan pendek di awal episode ini, saya langsung menyadari bahwa dorama ini akan terasa 'berat'. Ditambah monolog Mikami tentang kondisi sistem masyarakat dan birokrat di Jepang, pasti butuh energi untuk mencerna makna dari tiap adegannya.

Mikami Sensei memperkenalkan diri di depan kelas

Di sekolah tempat dia ditugaskan, Mikami menjadi wali kelas XII, menggeser wali kelas sebelumnya, Koreeda Fumika yang nanti diketahui merupakan anak dari donatur sekolah. Pergeseran tugas ini mencurigakan, karena murid kelas XII yang seharusnya mempersiapkan diri untuk ujian masuk universitas tentu akan sulit untuk beradaptasi lagi dengan guru baru dan Koreeda pun merasa bahwa dia disingkirkan gara-gara kehadiran Mikami. Bukannya bersimpati, Mikami malah menyarankan agar Koreeda melawan keadaan itu.

Gaya mengajar dan karakter Mikami yang terkesan arogan pun tidak terlalu menyenangkan bagi murid-murid sekolah elit itu. Terutama bagi Kanzaki Takuto, yang merupakan salah satu murid terpintar di kelas. Sejak hari pertama, Mikami sudah memprovokasi murid-muridnya dengan kepintarannya. Kanzaki yang merasa ditantang, berusaha mengorek informasi tentang Mikami dan menjadikannya headline koran sekolah. Tapi bukannya terpuruk, Mikami justru menawarkan diri kepada Kanzaki untuk mengajari cara menjadi wartawan yang benar.

Kanzaki si anak jurnalis

Saya sudah lupa kapan terakhir kali menonton tayangan dengan karakter sebanyak ini. Tiap interaksi Mikami dengan karakter baru, selalu ada hint tentang intrik yang mungkin terjadi di balik peran dan karakter mereka. Take that aside, saya senang menyaksikan suasana kelas yang teratur dengan murid-murid yang well-mannered di dorama ini. Mereka berani, opinionated, dan cerdas. Setelah banyak menyaksikan drama-drama sekolah yang isinya murid berandal, melihat murid-murid Rintoku Gakuin terasa menyegarkan bagi saya. Mungkin bagi beberapa orang mereka tampak terlalu dewasa untuk usianya, tapi percayalah memang ada anak-anak yang secerdas itu di luar sana. Apalagi kalau orang tuanya punya semua resource untuk mendukung kemampuan anak mereka itu.

Kanzaki dan Tominaga Aoi
Salah satu yang menjadi perhatian saya di episode pertama adalah karakter laki-laki di adegan flashback yang selalu menghantui Mikami. Sepertinya sosok itulah yang menjadi alasan idealisme Mikami ingin mengubah sistem pendidikan Jepang. Semangat yang sama juga dimiliki Kanzaki yang tidak suka cara ayahnya bekerja sebagai wartawan, yang menurutnya disetir oleh politisi dan kerjanya hanya menunggu keterangan dari pemerintah. Kesamaan ini yang mungkin nanti akan menggiring Mikami dan Kanzaki membongkar kebusukan yang menggerogoti dunia pendidikan di sekitar mereka, dan sedikit demi sedikit mengajarkan Kanzaki tentang empati.

Mizohata Tamotsu, yang kayaknya bakal jadi antagonis

***

Karena masih episode 1, jadi semua yang terjadi masih berupa informasi-informasi dasar yang saya yakin nantinya akan penting untuk alur cerita. Tentang fakta bahwa Pak Mizohata yang tidak cukup kompeten, Bu Koreeda yang meskipun diterima kerja lewat jalur nepotisme tapi sangat berdedikasi, atasan Mikami yang tampaknya mempermainkan hubungan Mikami dan Makino demi kepentingannya, dan semua hal lainnya. 

Simbolisasi Butterfly Effect

Rating Episode 1 : 5/5 ⭐⭐⭐⭐⭐

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments