Monte Cristo (Book Review)

by - Juni 10, 2021

 


Judul : Monte Cristo
Penulis : Alexandre Dumas
Bahasa : Indonesia
Penerjemah : Ermas
Format : Paperback, 754 halaman
Penerbit : KPG (Agustus 2016)
Harga : Rp. 35.000

Pertama kali memegang buku ini, saya sangat terintimidasi karena jumlah halamannya. Memang ini bukan pertama kalinya saya membeli buku yang sangat tebal, tapi buku-buku tebal yang biasanya saya miliki bukanlah buku fiksi melainkan buku-buku referensi yang tidak akan membuat saya merasa wajib untuk menamatkan. Sementara saya baru saja memulai petualangan untuk mengenal buku fiksi, tapi malah memilih buku setebal ini. Rasanya seperti bunuh diri. Dua alasan yang membuat saya membeli buku ini waktu itu adalah; 1. Bookstagramer favorit saya memberinya bintang 5, dan 2. Harganya yang sangat murah, hanya Rp. 35.000 di marketplace. Saya menduga buku ini tidak terlalu laku di pasaran sehingga dijual dengan sangat murah.

Marseille masa kini, salah satu latar cerita Monte Cristo. Kampung halaman Dantes.

Bersetting di Perancis pada masa perebutan kekuasaan antara Napoleon Bonaparte dan Raja Louis XVIII tahun 1815, Monte Cristo berkisah tentang seorang pemuda lugu 19 tahun yang memiliki kehidupan biasa saja. Edmond Dantes, adalah seorang awak kapal yang jujur dan tulus. Dia sangat mencintai ayahnya yang sudah tua dan sakit-sakitan, dan juga seorang kekasih cantik yang selalu setia menanti kepulangannya, Mercedes. Begitu besar harapannya untuk membahagiakan kedua orang yang dicintainya itu, Edmond pun bekerja keras hingga pemilik kapal tempatnya bekerja, Tuan Morrel berniat menjadikannya kapten kapal untuk menggantikan kapten sebelumnya yang meninggal dunia selama perjalanan. Kehidupan Edmond Dantes terasa sempurna. Karir yang cerah, impian menikah, semua tampak begitu indah.

Namun menjadi orang yang terlalu baik kadangkala membuka pintu kebencian bagi orang lain yang berpenyakit hatinya. Dua orang yang merasa dirugikan dengan kesuksesan Edmond, diam-diam membuat rencana jahat untuknya dengan dibantu oleh tetangganya sendiri. Edmond pun ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara terpencil dengan tuduhan sebagai pengkhianat negara, tepat di hari pertunangannya. Hidup Edmond Dantes pun hancur seketika. 

Puri If (Chateau d’If), tempat Edmond Dantes dipenjara.

Di dalam penjara itulah, titik balik perjalanan hidup Edmond Dantes dimulai. Kita akan menyaksikan bagaimana Edmond belajar untuk lebih peka dalam menjalani kehidupannya, bahwa ternyata tidak semua orang sebaik dan setulus dirinya. Dia pun menemukan seorang guru di sana dan akhirnya setelah 14 tahun menyusun rencana dia berhasil kabur dari penjara. Selanjutnya, kita akan diajak mengikuti pembalasan dendam yang epik darinya untuk semua orang yang telah menghancurkan hidupnya di masa lalu. Tapi dia pun tidak lupa untuk membalas jasa orang-orang yang membelanya ketika dia masuk ke dalam penjara.


Sebelumnya, saya tidak tahu sama sekali siapa itu Alexandre Dumas. Sebegitu kosongnya pengetahuan saya tentang dunia sastra, sehingga tiap kali mau membeli novel saya selalu searching dulu di Google demi mendapat referensi yang meyakinkan bahwa buku yang saya pilih itu memang layak dibaca. Dan setelah mengetahui bahwa Dumas adalah penulis kisah legendaris Three Musketeers (yang saya juga belum tahu sama sekali kisahnya 😂) saya pun mantap untuk mencoba membaca buku ini. Tidak disangka, 4 hari saja saya sudah menamatkan cerita ini.

Membaca kisah sepanjang ini, kita dituntut untuk bersabar dengan detil cerita yang kompleks dan plot yang bertumpuk. Tapi bagi saya justru disitulah menariknya. Dengan rentang waktu sepanjang itu tentu banyak hal yang terjadi dan tidak mungkin diceritakan dengan singkat saja. Dumas mengajak kita berkenalan dengan tokoh-tokoh dalam kisahnya dengan rinci hingga karakter mereka terasa hidup. Tidak ada satupun tokoh yang tidak penting di sini, jadi jangan lupakan satupun dari mereka. Tapi kalaupun terpaksa lupa, jangan khawatir, karena Dumas sudah mengantisipasinya dengan sesekali mengulas kembali cerita yang sudah lalu dengan porsi yang pas sehingga kita bisa mengingat kisah yang terlewat tanpa merasa plotnya menjadi terlalu repetitif. Saya pun mencoba mencari lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi Edmond Dantes di internet, beberapa diantaranya bisa dilihat di postingan ini.

Salah satu sudut jalan lokasi rumah Monte Cristo di Paris, kawasan paling elit di negara itu.

Satu hal lagi yang membuat saya sangat menikmati novel ini adalah kisahnya yang menurut saya tidak terlalu berlebihan. Pembalasan dendam yang terlalu rapi, memang benar. Tapi Dumas mengemasnya dengan backstory yang masuk akal sehingga pada akhirnya semua menjadi bisa diterima. Dan seperti mengetahui apa yang akan pembaca pikirkan jika kisahnya terlalu sempurna, Dumas seolah sengaja membuat beberapa kegagalan yang lagi-lagi cocok dan cukup adil.

Sepanjang membaca Monte Cristo saya sering tersenyum setuju dengan ungkapan-ungkapan yang ada di dalamnya. Dumas menyisipkan sisi religius yang menurut saya cukup unik, terlebih saya sama sekali tidak mengerti konsep teologi Kristen. Tapi beberapa dialog dan narasi yang membawa nama Tuhan, sangat relate dengan kenyataan bagaimana kebanyakan manusia menjalani dan meletakkan agama dalam kehidupan. Saya juga bisa mengenal banyak tipe dan karakter manusia dari tokoh-tokoh di novel ini. Dari mereka saya belajar tentang kesetiaan, kejujuran, ketulusan, tekad yang kuat, dan tentu saja dendam dan keserakahan.


Dengan kerapian plot dan kekuatan karakter yang luar biasa, wajar kalau kemudian kisah ini menjadi abadi hingga akhirnya diangkat menjadi film dan TV Series. Selesai membaca novel ini, saya melanjutkan mencari review-review dan informasi lain dan ternyata versi asli novel ini pertama kali terbit tahun 1844 dalam bentuk serial bersambung. Dan buku terjemahan bahasa Inggris edisi lengkapnya setebal 1276 halaman. Jadi saya cukup yakin sepertinya yang saya miliki ini hasil terjemahan versi ringkasan. Meskipun ada satu baris yang menurut saya terpotong di halaman 288 tapi sama sekali tidak mengganggu kenikmatan mencerna keseluruhan cerita ini.

Saya tidak mengerti kalimat dengan post it merah itu. Ada yang bisa menjelaskan?!

Rating : 5/5 🌟🌟🌟🌟🌟 

You May Also Like

0 komentar