Liburan Produktif bersama Asus

by - January 11, 2019

Menjadi ibu rumah tangga itu nggak ada liburnya. Apalagi kalau punya anak balita. Kadang mau keluar rumah saja mikir-mikir karena bakalan riweuh sama kerempongan ngejar-ngejar anak yang lagi aktif-aktifnya.

Salah satu teman pernah bilang seperti itu ke saya. Bagi saya sih, mau liburan atau nggak itu tergantung persepsi. Kalalu kita menganggap ibu rumah tangga sebagai pekerjaan, ya memang nggak ada liburnya. Jadi suami juga nggak ada libur, sama seperti jadi anak. Karena gelar itu akan terus menempel pada diri kita sampai mati. Siapa yang bisa menolak? Kan siklus kehidupan memang seperti itu alurnya?!

Tapi saya akui, menjalani kehidupan sebagai stay at home mom memang cukup sulit. Makanya saya salut deh sama ibu-ibu yang sanggup tinggal di rumah 24 jam nonstop membersamai anak dan keluarganya. Saya yang baru resign kerja beberapa bulan saja sudah jenuh dan selalu cari aktifitas keluar. Sekadar cari angin supaya mata dan pikiran nggak buntu di dalam rumah.

Ngomong-ngomong soal liburan, keluarga saya sepertinya cukup jarang menikmatinya. Bukannya sok sibuk, sebelum tinggal di rumah yang sekarang ini kan kami tinggalnya di asrama sekolah. Jadi walaupun hari Minggu sekalipun biasanya kami tetap tinggal di sekolah, menemui para wali murid yang mengisi hari liburnya dengan mengunjungi anak-anak mereka. Bahkan libur semester pun biasanya kami nggak ke mana-mana karena harus merangkap jadi supervisor pekerjaan tukang yang merenovasi gedung sekolah dan asrama supaya benar kerjanya. Sampai-sampai di kalangan guru-guru asrama dulu ada semboyan, ‘liburan itu hanyalah fatamorgana’. Belum lagi kalau ada tugas tambahan lain untuk suami saya yang jadi humasnya sekolah, hari libur pun kadang suka dapat telpon mendadak harus ke dinas lah, ke yayasan lah, bikin desain banner acara ini, bikin brosur itu dan lain-lain.

Sejak saya resign dan kami tinggal di rumah sendiri, waktu terasa sedikit lebih lapang karena hanya suami yang kerja. Dari yang biasanya jam 10 malam baru bisa pulang dan istirahat, sekarang selepas Asar suami sudah sampai di rumah. Dan karena saya sudah nggak kerja lagi, bulan Oktober kemarin saya memutuskan untuk menjual Asus X201e milik saya yang dulu dibelikan suami. Saya pikir karena sekarang suami di rumah terus, jadi bisa barengan saja. Keputusan yang belakangan saya menyesalinya karena ternyata saya sudah sangat tergantung dengan laptop untuk bekerja.

Nah, liburan semester bulan Desember kemarin akhirnya kami sekeluarga bisa liburan. Itupun awalnya nggak ada rencana karena suami sedang banyak pekerjaan untuk persiapan membuat SMA dengan yayasan. Saya sih ya manut-manut saja, mau liburan ayo, nggak ya sudah. Tapi akhirnya dia sendiri yang bilang, “kalau nurutin kerjaan, nggak bakal ada liburnya”. Yup, berangkatlah kami pulang kampung ke rumah mertua.

Kami nggak pergi ke tempat wisata atau pantai dan semacamnya karena satu alasan yang simpel saja. Takut mubazir. Waktu liburan yang hanya sedikit, ditambah dengan minimnya komunikasi dengan saudara terutama orang tua membuat kami harus memanfaatkan liburan ini untuk pulang.  Lagipula anak-anak senang sekali di kampung karena bisa bertemu dengan sepupu-sepupu mereka dan bebas lari-larian tanpa dihalang-halangi. Bahagia buat anak-anak itu sangat sederhana ya?! Seringkali kita sebagai orang tua yang terlalu njelimet ingin memberikan sesuatu yang berlebihan untuk mereka.

Sebelum berangkat saya sempat tanya ke suami, mau bawa laptopnya atau nggak. Hampir-hampir kami nggak bawa dong, karena gayanya sok mau free beneran di kampung. Tapi karena kami tipe orang yang realistis akhirnya dibawa juga. Dan benar saja, ternyata kerja dalam kondisi tenang dan damai bisa membuat produktifitas meningkat. Di kampung, saya dan suami malah bisa membuat lumayan banyak project dan rencana kerja untuk tahun ini.

Santai setelah toko tutup
Enaknya kalau sedang di rumah mertua, saya akan terbebas dari pekerjaan rumah tangga. Urusan masak semua ibu mertua yang mengerjakan. Katanya beliau mau buatkan makanan kesukaan anaknya kalau dia sedang di rumah. Jadi kalau pagi paling saya cuma memandikan anak-anak lanjut  bantu jaga toko. Terbalik? Ya itu nasib saya, Alhamdulillah. Sambil jaga toko, biasanya saya dan suami bisa ngobrol-ngobrol dengan tetangga yang kebanyakan masih saudara. Oh iya, rumah mertua saya memang lokasinya di pasar. Tapi jangan bayangkan pasar yang ada di kota ya, beda jauh. Keriuhan pasar di kampung jauh lebih menentramkan, karena interaksi yang terjadi di sini penuh suasana kekeluargaan. Dialog yang terjadi antara pedagang dan pembeli misalnya, jauh dari modus dan paradigma untung-rugi. Semuanya akrab dan jujur. Dan dari damainya kampung halaman inilah kemudian biasanya inspirasi datang.

Jalan-jalan sama Abi
Hari kedua di kampung, suami mengajak saya jalan-jalan ke tempat-tempat bermainnya semasa kecil dulu. Dari SD, lapangan sepak bola sampai Vihara dan kolamnya yang dulu sering dia jadikan tempat untuk latihan berenang, sembunyi-sembunyi katanya biar nggak ketahuan Ibu. Sayang kami nggak boleh mengambil gambar di sana. Kami juga menyempatkan diri menyusuri pematang dan melihat kali kecil di kampung sebelah. Bukan hal yang istimewa sebenarnya karena rumah orang tua saya sendiri di kampung letaknya persis di pinggir sawah. Tapi sejak tinggal di kota, pemandangan seperti ini menjadi sangat langka dan dirindukan. Qia dan Aqsha heboh bisa melihat sapi dan kerbau dan kegirangan mengejar-ngejar burung pipit.

Nggak mau kehilangan mood, saya ingin memanfaatkan sisa waktu liburan untuk membuat konten. Inilah yang membuat saya menyesal sudah menjual laptop. Karena harus berebut dengan suami ketika kami sama-sama mendapat inspirasi. Mau nggak mau saya yang harus mengalah karena pekerjaan suamilah yang harus diprioritaskan.


Sebenarnya justru laptop yang dipakai suami inilah yang milik saya. Dulu saya membelinya tahun 2013, ketika baru mulai bekerja dengan mencicil dari gaji bulanan. Artinya sekarang sudah lebih dari 5 tahun Asus ini menemani saya. Setelah menikah, suami sering pinjam karena dia malas pindahan bawa-bawa komputer. Lalu karena merasa nggak enak, dia akhirnya beli laptop baru yang sama persis dengan milik saya. Jadi laptop saya dipakai dia, saya dapat baru.

Dulu, laptop Asus X201e ini jadi pilihan saya karena dia termasuk yang tipis, ringan dan punya desain yang simple tapi menarik. Bagi saya yang belum menikah dan suka jalan-jalan, bawa laptop kecil seperti ini sangat membantu. Performanya juga bagus banget, selama 5 tahun ini cuma sekali diservis dan itupun gara-gara kemasukan flashdisk bervirus. Lebih dari itu, segala urusan desain grafis suami dan content writing saya kelar sama laptop ini. Namun dengan perkembangan teknologi dan pekerjaan sekarang, saya berpikir untuk ganti laptop saja di tahun 2019 ini.

Berdasarkan pengalaman indah dengan Asus, saya nggak ragu untuk tetap memilihnya sebagai teman bekerja. Dan saya dengar, akhir tahun lalu Asus mengeluarkan laptop terbaru dari seri Zenbook, yaitu Zenbook S UX391UA. Zenbook ini adalah seri laptop high-end dari Asus. Bagi penggemar Asus pasti sudah nggak asing lagi.


Kenapa saya naksir sama laptop ini? Alasannya masih sama ketika membeli X201e dulu. Saya suka laptop tipis yang portable, gampang buat ngetik dan performanya bagus. Zenbook S ini beratnya hanya 1 kg dan tebalnya hanya 12,9 mm. Jadi kalau misalnya saya bawa pergi-pergi ke acara blogger gathering misalnya, nggak akan repot keberatan bawa laptop.  Selain itu, desain keyboardnya dibuat senyaman mungkin untuk mengetik. Saya biasanya mulai menulis malam hari kalau anak-anak sudah tidur. Otomatis pencahayaan akan kurang bagus. Zenbook S ini keyboardnya dilengkapi dengan cahaya emas yang lembut sehingga memudahkan mengetik di kondisi pencahayaan apapun, namun tetap nyaman di mata.

Begitu juga kalau sedang pulang kampung seperti liburan kemarin, nggak perlu banyak drama untuk bingung mau nyelipin laptop di mana karena dia sudah memenuhi standar militer MIL-STD 810G yang sangat menuntut keandalan dan daya tahan. Jadi kalau hanya sedikit tertekan di dalam tas nggak akan membuat saya khawatir, karena Zenbook S UX391UA ini sudah melewati serangkaian pengujian ekstrem. Jatuh, terguncang, penggunaan di ketinggian sampai tes di suhu yang tinggi maupun rendah.

Mulai ikutan naksir sama Asus Zenbook S UX391UA? Pasti deh habis kenalan sama dia nanti kalian juga pengen #2019PakaiZenbook. Yuk saya ajak kenalan lebih jauh lagi.

Ultra Tipis dengan Desain Elegan yang Nyaman

Di atas sudah saya tulis kan kalau laptop ini tebalnya hanya 12,9 mm?! Satu hal lagi yang membuat saya yakin bahwa laptop ini nyaman untuk mengetik adalah desain engselnya yang unik. Zenbook UX391UA memiliki desain engsel ErgoLift eksklusif yang otomatis akan memiringkan ke posisi mengetik yang paling nyaman ketika kita membukanya. Tingkat kemiringan ini sudah diperhitungkan dengan cermat untuk meningkatkan kinerja pendingin dan juga audio. Dengan begitu, laptop jadi tidak cepat panas kalau misalnya dipakai bekerja berjam-jam atau nonton drama korea semalam suntuk. –bukan saya— 😂


Pilihan warna yang dipilih untuk laptop ini juga mewah banget. Skema warnanya deep dive blue dan rose gold. Coba bayangkan kalau misalnya kita sedang membawanya di sebuah acara dan lampu latar keyboardnya yang keemasan menyala, siapa yang nggak akan tertarik untuk melihat?!

Kinerja Maksimal, Baterai Tahan Lama

Sebagai blogger biasanya pekerjaan saya nggak jauh-jauh dari menulis dan fotografi. Sesekali juga saya belajar membuat vector, berguru sama suami. Nah biasanya kalau sudah urusan pekerjaan kita akan lebih mudah stress kalau perangkat kerja nggak mendukung. Untungnya selama ini saya nggak pernah menemukan masalah berarti. Tapi coba deh lihat Zenbook ini. Kapasitas RAM nya sampai 16 GB dan dilengkapi dengan prosesor Intel Core i7 terbaru. Jauh banget sama laptop Asus saya yang sekarang. Ya jelas, generasi juga beda keleus. 😆

Untuk menopang kinerja yang maksimal, Zenbook S terbaru ini juga dilengkapi dengan teknologi Asus Wi-Fi Master yang memudahkan kita untuk mengakses internet melalui jaringan Wi-Fi dengan lebih mudah.

Kalau biasanya kita memasukkan password ketika memulai Windows, di Zenbook S UX391UA cukup dengan satu sentuhan saja. Karena laptop ini sudah dilengkapi dengan teknologi Windows Hello dan sensor sidik jari. Ini membuat akses lebih mudah dan aman. Punya pengalaman nih soalnya, suami gampang banget mbobol password laptopnya murid-murid yang kedapatan menyusupkan laptop di asrama. Dan dengan kemampuannya yang mumpuni, kita juga nggak perlu nunggu lama ketika OS dimuat atau membuka aplikasi.

Selain itu, baterai yang berkapasitas tinggi juga membuat Zenbook S ini mampu bertahan lebih lama. Ditambah teknologi fast-charge memungkinkan kita mengisi ulang baterai hingga 60% hanya dalam waktu 45 menit.

Audio Visual yang Memanjakan

Zenbook S dilengkapi dengan layar NanoEdge ultra-high dengan warna yang detail dan hidup. Layarnya bisa menampilkan gambar yang tajam baik untuk foto maupun video. Cocok banget untuk saya yang hobi nonton streaming di laptop maupun aktifitas editing gambar.

Bagaimana dengan kwalitas audionya? Zenbook S UX391UA dilengkapi dengan audio premium Harman Kardon dan hasilnya mampu mengeluarkan audio berkwalitas bioskop. Tapi jangan khawatir. Karena walaupun suaranya kuat di volume maksimum, akan tetap jernih dengan distorsi minimum.

Asisten Pribadi

Sebagai penggemar Marvel Universe saya dulu sering membayangkan enaknya hidup Tony Stark yang selalu dibantu Jarvis. Ternyata hal seperti itu bukan hanya ada di film. Setelah beberapa waktu lalu saya cukup takjub dengan adanya Google Assistant, di Zenbook S ini ada Alexa yang akan menjadi asisten pribadi kita. Tinggal bilang saja, Alexa akan membukakan email untuk kita, memutar lagu favorit atau bahkan menceritakan kisah lucu.

***

Setelah melihat spesifikasi Asus Zenbook S UX391UA makin mantap kalau saya harus punya laptop tahun 2019 ini. Karena dengan aktifitas dan pekerjaan sekarang, nggak mungkin saya menggantungkan kebutuhan blogging dan pembuatan dokumen hanya dari smartphone. Bahkan nggak peduli liburan sekalipun, seringkali inspirasi datang yang kalau ada laptop pasti bisa lebih produktif. Doakan ya, mudah-mudahan impian ini bisa terwujud segera dan makin banyak karya yang bisa dibuat. 😊

Tag : #LiburanAsikDenganLaptopAsus #2019PakaiZenbook



You May Also Like

2 komentar

  1. Informatif sekali mba 😊
    Asus emang banyak penggunanya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya berkali-kali beli laptop selalu Asus. Tablet dan HP juga. Enak aja kalo kenapa-kenapa tempat servisnya dekat, kalo bosen gampang dijual lagi 😄

      Delete