Bijak Mengelola Sampah

by - January 23, 2019

Tulisan ini adalah notulen pribadi dari materi kulwap tentang Zero Waste yang saya ikuti. Kemungkinan akan ada beberapa post beberapa hari ke depan. Semoga bermanfaat.


Mungkin kita masih ingat beberapa waktu lalu cukup ramai berita tentang ikan Paus yang mati karena menelan 5,9 kg sampah di pantai Wakatobi. Sangat disayangkan karena salah satu hewan langka yang kita miliki mati disebabkan hal yang sungguh tidak perlu seperti itu.

Di banyak tempat sering sekali kan kita temui sampah di mana-mana?! Sepertinya memang masyarakat kita masih belum budaya menjaga kebersihan yang sebenarnya sangat dekat dengan keimanan terhadap agama. Padahal katanya negara kita masyarakatnya religius. Ternyata kenyataannya masih jauh panggang dari api, terutama untuk hal menjaga kebersihan. Dan herannya lagi, kalau misal ditanya perihal risih tidaknya dengan pemandangan kotor di sekitar ya mereka akan jawab risih. Tapi rasa risihnya itu belum sampai bisa menggerakkan dirinya untuk berbuat sesuatu agar sampahnya hilang atau minimal berkurang.

Berangkat dari kenyataan itulah kemudian muncul banyak komunitas-komunitas yang memfokuskan kegiatan mereka pada gerakan peduli lingkungan, lebih khusus lagi pada pengelolaan sampah plastik yang menurut banyak sumber sudah darurat di Indonesia. Coba saja googling, laut Indonesia sudah demikian tercemar hingga banyak biota laut yang mati akibat terlalu banyak sampah. Komunitas-komunitas itu banyak tersebar di Indonesia. Walaupun belum memberi dampak besar, tapi sedikit demi sedikit sekarang orang-orang yang tergerak untuk lebih aware tentang isu sampah plastik ini sudah semakin bertambah.

Saya sendiri sebenarnya dulu pernah aktif di Walhi, tapi saya lebih fokus pada advokasi dan dulu cukup banyak kasus sengketa tanah yang diurus sehingga jarang sekali ikut agenda-agenda campaign. Qadarullah beberapa waktu lalu ketemu salah satu ibu rumah tangga yang concern sekali dengan gaya hidup zero waste dan beliau orang Bandarlampung juga. Makanya pas beliau buat kelas kulwap tentang zero waste life saya langsung daftar saja.

Materi sudah dimulai sejak 22 Januari kemarin. Supaya nggak kehilangan pelajaran, saya memutuskan untuk menulis ulang materinya di sini. Jadi disclaimer sekalian ya, saya nulis ini bukan karena saya sudah praktik. Ini cuma catatan materi. 😃

Upaya paling kecil yang bisa kita lakukan sebagai individu untuk mengendalikan penumpukan sampah adalah bijak mengelola sampah. Dalam keseharian, sering sekali kita memproduksi sampah yang sebenarnya nggak perlu. Memakai tisu, plastik kresek alfamart, kemasan jajan, gelas air mineral dan sebagainya. Supaya mudah mengelolanya, kita harus pisahkan dulu sampah berdasarkan kategorinya, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sudah tahu perbedaannya kan?! Sampah organik adalah sampah yang bisa didaur ulang, sampah anorganik adalah sampah yang sulit/tidak bisa didaur ulang.

Untuk saat ini yang akan kita pelajari adalah sampah anorganik terlebih dahulu. Ada 9 jenis sampah anorganik yaitu;
1. Kertas
2. Kardus/karton
3. Botol/gelas air mineral
4. Besi dan sejenisnya
5. Kaca
6. Plastik
7. Tetrapack (kotak bekas susu UHT dan sejenisnya)
8. Alat elektronik
9. Pakaian

Untuk sampah poin 1-5 bisa kita jual atau berikan ke tukang rongsokan yang biasa lewat depan rumah. Beneran deh, bagi yang suka campur-campur sampah coba mulai sekarang dipilah dan kasih sampah-sampah itu ke tukang rongsok. Selain bisa didaur ulang, itu akan bernilai ekonomis bagi mereka. Artinya kita ikut berperan menggerakkan roda ekonomi bagi sekitar.

Sampah plastik sebenarnya juga bisa dijual ke tukang rongsok. Tapi kita juga bisa kok membuat sesuatu yang bernilai dari sampah plastik. Caranya dengan membuat ecobrick dari sampah plastik. Caranya;
1. Bersihkan sampah plastik supaya tidak tumbuh mikroba
2. Gunting kecil-kecil
3. Masukkan dalam botol air mineral, tekan-tekan sampai padat
4. Done
Satu botol ukuran 600ml biasanya bisa memuat 200gram plastik.

ecobricks.org
Kayaknya ribet ya?! Kalau nggak mau ribet ya jangan buat sampah. Caranya dengan diet plastik. Kurangi penggunaan plastik dalam aktifitas kita sehari-hari, dan segera lakukan. Jangan ditunda.


Untuk langkah awal, coba pisahkan sampah di rumah dalam beberapa kategori. Jadi siapkan beberapa tempat sampah dan tandai. Bisa pakai free printable template ini untuk mempermudah, buatan salah satu aktivis zero waste juga.

You May Also Like

0 komentar