Cara Saya Menyambut Ramadhan

April 12, 2017

InsyaAllah tidak kurang dari dua bulan lagi kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan. Bulan yang sangat dinanti-nanti oleh -sepertinya- semua orang di negara ini. Bagi yang muslim, tentu saja bulan Ramadhan adalah saatnya untuk menabung sebanyak-banyaknya amal karena segala jenis ibadah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Sementara bagi yang lain, bulan Ramadhan adalah waktu untuk berburu diskon, menambah sumber penghasilan, atau berlibur bersama keluarga. Ya, keberkahan Ramadhan terbukti bukan hanya bagi muslim saja di negara ini. Ia bahkan terasa untuk semua orang.

Seringkali kita mempersiapkan diri ketika akan menghadapi bulan Ramadhan. Dan tentu saja tiap orang mempunyai caranya masing-masing dalam mempersiapkan diri. Namun tentu saja, persiapan apapun yang kita lakukan untuk menyambut bulan yang agung ini haruslah menunjang upaya kita untuk menambah ketakwaan kepada Allah. Karena seperti tujuan perintah shaum itu diturunkan, menjadikan kita sebagai insan bertakwa.

Saya sendiri sejujurnya tidak pernah ada persiapan khusus menjelang Ramadhan. Biasanya yang saya lakukan hanyalah mengevalusi apakah hutang puasa tahun sebelumnya benar-benar terbayar atau belum. Karena kalau ternyata ada yang kurang, berarti saya harus segera melunasinya agar tidak menumpuk hutang ketika ditambah dengan hutang baru di Ramadhan berikutnya nanti. Bahkan ketika ada kajian-kajian khusus untuk menyambut Ramadhan, saya tak terlalu menganggapnya serius. (istighfar) Karena selama ini saya pikir, 'oke, sebentar lagi Ramadhan. Here's what I have to do'. Semua terasa seperti rutinitas yang memang sudah saya jalani setiap tahun dan terus berulang. Sampai akhirnya beberapa waktu lalu saya mendapat sebuah tausiyah yang membuat saya berpikir 'kok bisa ya selama ini saya punya pikiran seperti itu?'. Ini Ramadhan, bulan yang begitu istimewa yang hanya diberikan untuk umat Rasulullah Muhammad saw. Bagaimana mungkin saya melaluinya begitu saja tanpa perencanaan yang matang? Saya seperti disadarkan lagi. Dan materi-materi kajian Ramadhan yang selama ini hanya menempel di buku-buku catatan saya seolah berlarian merasuk ke dalam hati.

Maka kali ini saya ingin berbagi tentang beberapa hal yang menurut saya paling krusial untuk saya siapkan sebelum bertemu dengan Ramadhan. Mungkin tak sempurna, tapi saya pasti akan sangat bahagia jika saya mampu menyempurnakan persiapan ini sehingga Ramadhan saya tahun ini tidak sia-sia seperti Ramadhan tahun-tahun yang lalu.


  1. Hal pertama yang perlu saya siapkan untuk Ramadhan tahun ini adalah menyiapkan ilmu. Terutama tentang keutamaan Ramadhan. Salah satu hal yang membuat saya ingin lebih banyak belajar tentang keutamaan Ramadhan adalah, karena saya seperti baru tahu bahwa ternyata para ulama menilai orang yang melalui Ramadhan tanpa persiapan sama saja dengan kebodohan dan kehinaan. Saya sudah menjadwalkan untuk membaca lagi buku-buku tentang Ramadhan yang saya miliki. 
  2. Berdoa dan memperbarui taubat. Karena saya tidak tahu apakah saya akan benar-benar bertemu dengan Ramadhan. Kalaupun bisa bertemu dengan Ramadhan, tentu saja saya ingin menjumpainya dalam keadaan terbaik. Saya ingin memasuki Ramadhan tanpa ada sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan saya selama Ramadhan. Mungkin penyebab kegagalan saya menaklukkan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya adalah karena saya tidak membersihkan diri sebelum memasukinya. Sehingga masih sangat banyak dosa yang menghalangi saya beramal meskipun setan-setan telah dibelenggu.
  3. Berlatih. Dalam hal ini tentu saja shaum dan tilawah Al-Quran. Dulu ketika saya masih kecil, biasanya TPA akan libur dan para santri hanya akan mendaras Al-Quran di masjid selama Ramadhan. Tapi sekarang setelah dewasa, Ramadhan justru membuat saya semakin sibuk. Sejujurnya saya tidak suka itu. Maka tahun ini saya ingin sekali mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya supaya saya bisa lebih banyak berinteraksi dengan Al-Quran. Dengan berlatih saya harap akan membantu saya ketika nanti memasuki Ramadhan. Yang saya tahu, Rasulullah saw dan para sahabatnya juga memperbanyak shaum di bulan Sya'ban untuk mempersiapkan diri memasuki Ramadhan.
Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa salah satu nikmat yang paling sering disyukuri selain ditundanya ajal adalah nikmat bertemu dengan Ramadhan. Maka dengan membuat persiapan ini saya berharap Allah akan memberi kesempatan sekali lagi untuk saya bertemu dengan Ramadhan dan menghapus kesalahan-kesalahan yang sudah saya lakukan selama ini. 
Powered by Blogger.