Eksotika Ranau; Danau Terbesar Kedua di Sumatera

January 02, 2017
Setelah sekian lama liburan kami bertahan nggak ngapa-ngapain di Asrama, Alhamdulillah tanggal 31 yang lalu akhirnya jadilah sekeluarga kami berangkat semua ikutan di agenda Family Gathering yang diadakan sekolah. Agak hectic di awal karena saya harus bawa Qia yang masih 2,5 tahun plus direpotin Aqsha yang baru 4 bulan. Bayangan kerempongan udah menghantui aja dari kemarin-kemarin. Tapi karena Abi ngeyel aja pengen bawa semua "bidadari"nya berangkat, jadilah berempat boyongan. Lagipula namanya kan Family Gathering, kalo nggak bawa family nggak afdhol kan ya?!

Karena jarak perjalanan yang jauh, kami diminta ngumpul sejak pagi pukul 06.00 oleh kepala sekolah. Tapi bukan orang Indonesia namanya kalau nggak ngaret kan ya? Alhasil jam 07.30 kami baru berangkat. Dan perjalanan menuju Danau Ranau pun dimulai. Pihak sekolah menyediakan 2 bus, dan kami sekeluarga naik Bus 1 yang Alhamdulillah banyak bangku kosongnya. Jadi Aqsha dapat bangku sendiri, saya letakkan di atas bantal menyusui di samping saya. Qia dan Abi duduk di seberang saya, masing-masing duduk sendiri.

Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang, saya sangat bersyukur karena Aqsha baiiiik banget. Nggak rewel, bahkan kelihatan ceria sekali ketika lagi nggak tidur. Qia sempat nangis ketika sudah hampir masuk daerah Liwa karena mabuk, tapi begitu sudah baikan malah dia sangat semangat mengajak kami main. Alhamdulillah. Saya dan Abi, setelah melihat Qia mabuk jadi ikut-ikutan juga. Kompaklah kami bertiga teler di bus. Tapi setelah melihat Qia ceria lagi, kami pun ikut semangat lagi.

Kegiatan Aqsha di dalam bus cuma tidur, bangun, ketawa-tawa, nyusu, tidur lagi. Alhamdulillah


Istirahat di Masjid Aminatul Jannah, Fajar Bulan
Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Danau Ranau seharusnya hanya menghabiskan waktu sekitar 6-7 jam. Tapi karena rombongan kami jalan santai dan cukup lama istirahat, jadilah habis waktu sampai 9,5 jam di jalan.

Kami menginap di Seminung Lumbok Resort, meleset dari rencana awal yang pengennya di PuSri. Karena terkendala waktu akhirnya nggak jadi. Daaaan, ini informasinya. Saya sama sekali nggak rekomendasikan tempat itu. BIG NO. Ketika kami sampai di penginapan tak satupun karyawan yang menyambut. Tak satupun layanan kamar menghampiri. Tak satupun komplain yang ditanggapi. Tak setetespun air minum kami diberi. Ngenes banget kan?! Air panas di kamar mandi pun tak berfungsi. Untungnya, di kamar kami sempat berfungsi sebentar yang langsung saya gunakan untuk memandikan anak-anak begitu tiba di kamar. Begitu giliran saya yang mandi, sudah dingin lagi airnya.

Paginya ketika ketemu dengan panitia kegiatan saya tanya, punya siapa penginapan ini. Jawabannya, 'milik Dinas Pariwisata'. Hmmm, sudah kuduga. Jadi kalian yang ada rencana mau ke Ranau saya sarankan lebih baik ke penginapan milik PT. Pusri atau Cottage di tepian danau. Selain view yang lebih indah, pelayanan yang didapat juga akan lebih baik. Begitu informasi yang saya dapat dari salah satu guru yang warga asli sana.

Pemandangan Gunung Seminung dari kamar saya
 Acara Family Gathering berjalan lancar. Setelah ramah tamah dan hal-hal remeh temeh yang lain, kami diberi waktu untuk bermain-main di danau. Banyak yang mandi dan take selfie, sementara saya cukup duduk dan menikmati pemandangan lucu saja di hadapan; Para guru yang ternyata masih seperti bocah :D


Pemandangan Danau di pagi hari
Kami tidak berkesempatan untuk menyeberang ke Pulau Marisa atau objek wisata yang lain. Karena memang agenda awalnya adalah Family Gathering. Danau Ranau dipilih karena bertepatan dengan lokasi yang berdekatan dengan salah satu karyawan sekolah yang melaksanakan akad nikah hari Ahad, 1 Januari kemarin. Jadi meskipun tak bisa mengeksplorasi daerah itu, tak ada yang kecewa.

Bahkan walaupun tak menyeberang ke pulau, tak naik perahu sampan, tak melihat air terjun dan tidak berendam di pemandian air panas kami tetap merasakan keindahan yang luar biasa dari pemandangan alam di sekitar Danau Ranau ini. Meskipun tempat penginapan kami bisa dibilang kurang bagus untuk mencari lokasi selfie yang bagus, tapi toh kami tetap takjub saja dengan danau ini. Satu saja masalah yang ada di tempat wisata ini seperti yang juga jadi masalah tempat wisata di daerah lain di negara kita; sampah. Meskipun tak terlalu banyak, tetap saja mengganggu.

Untuk pertama kalinya, Qia mau main air. Yeeeaaay....
Cuaca di Danau Ranau tak sedingin kelihatannya kok, saya pakai jaket karena memang gampang kedinginan

Bertasbih adalah cara paling mudah untuk mengagumi ciptaan Allah

Qia bahagia sekali main di danau sampai tidak mau kembali

Please jangan pedulikan botol yang dipakai mainan anak saya ya :D


Baiklah, itu cerita liburan saya di Danau Ranau tahun baru kemarin. Alhamdulillah masih diberi umur untuk menikmati pemandangan alam yang sangat indah di pulau Sumatera. Mudah-mudahan lain waktu bisa mengunjungi tempat lainnya.
Powered by Blogger.