Maaf

January 09, 2013

http://2.bp.blogspot.com/-gL4ouoTYke4/T4Rg44ZtNAI/AAAAAAAABrI/8JcpUvk_tSc/s1600/im-sorry.jpg

Mungkin memang saya yang salah. Terlalu menganggap remeh urusan hati yang bagi sebagian besar orang begitu penting. Dan mungkin memang salah saya karena sangat tidak peduli pada apa yang disebut perasaan oleh orang-orang. Tapi sejujurnya, percayalah bahwa saya bukan orang yang tidak peka atau tidak peduli pada perasaan orang lain. Justru saya sangat sensitif. Saya sangat tahu kapan seseorang mulai terganggu hatinya oleh orang lain, dan saya –biasanya- juga sangat tahu siapa yang biasanya dengan begitu sukarela menaruh hatinya untuk saya.

Tapi lagi-lagi saya harus minta maaf, jika kemudian ternyata saya bersikap yang tidak seharusnya. Seolah-olah memberi harapan, atau semacamnya  yang membuat orang salah paham. Saya tidak bermaksud begitu, sungguh bukan itu yang saya maksud. Saya sama sekali bukan ingin tebar pesona atau mempermainkan perasaan yang katanya akan sangat sulit disembuhkan jika sudah tersakiti.

Saya hanya ingin menjadi orang yang realistis dan apa adanya. Bagi saya, berteman harus dengan siapa saja. Baik laki-laki maupun perempuan. Terkesan nggak ng-akhwat memang. Tapi memang inilah saya. Saya suka punya banyak teman, berbagi cerita. Walaupun apa yang tampak di wajah saya adalah orang yang tertutup, tapi saya suka mendengar cerita dan ngobrol dengan teman-teman.

Lalu jika saya ternyata mau ngobrol dengan semua laki-laki apakah itu bisa diartikan sebagai ‘saya membuka hati pada semua laki-laki’? Alangkah sulitnya hidup seperti itu. Please, realistislah. Jangan terlalu melankolis ketika sedang jatuh cinta. Sikap yang seperti itu justru akan sangat menyulitkan saya dan membuat saya jadi serba salah.
Powered by Blogger.