Bersegera Menikah Vs Sibuk Bicara Nikah

December 31, 2012

6 Juni 2012
Judul ini saya dapat dari situs tetangga.
Buat teman-teman yang yang sedang galau dengan skripsinya. (lho?!) ^_^ Karena selama ini yang saya rasakan juga begitu. Ternyata, hal yang dulu saya lihat pada senior-senior atau mbak-mbak yang sudah mau lulus kuliah sekarang terjadi pada saya dan teman-teman. Pembahasan yang paling menarik untuk dibicarakan selalu hanya seputar dua hal; Skripsi dan/atau Menikah.

Untuk yang pertama selalu jadi target, saling berkompetisi, semua ingin lebih dulu. Bahkan sedih jika yang lain ternyata sudah selangkah lebih maju untuk segera menggarapnya. Nah, yang kedua ini justru tidak jelas. Tapi paling seru untuk dibicarakan. Entah kenapa, jika sudah bicara masalah nikah pastilah semua ingin belakangan. Itsar katanya. Dan biasanya yang jadi korban gojlokan adalah saya (semoga hanya perasaan saya saja).

Kembali menyinggung masalah nikah. Saya baca dalam situs, ternyata terlalu sibuk membicarakan masalah pernikahan bisa jadi salah satu sebab timbulnya penyakit hati.

Saya sepakat dengan pendapat itu. Karena yang saya rasakan memang seperti itu. Masa-masa akhir kuliah ini memang sangat riskan. Maklum saja, tuntutan dari orang tua untuk segera menikah ditambah godaan-godaan dari luar seringkali mengusik hati untuk kemudian memikirkan tentang nikah dan jodoh. Apalagi kalau ternyata tipe orang tua yang suka -sedikit- memaksa. Alhasil, pikiran jadi galau, gelisah, khawatir akankah bisa mendapatkan jodoh yang sesuai dengan keinginan orang tua dan diri sendiri?

Akhirnya waktu dan pikiran kita disibukkan dengan hal itu. Dan itu yang tidak diinginkan. Masih ada banyak hal lain yang perlu kita pikirkan. Jangan sampai waktu kkita terbuang percuma untuk membahas sesuatu yang sebenarnya kurang substansial. Kalau kata orang tua saya, "Karena menikah itu tidak perlu dipikirkan, ia hanya perlu kita laksanakan jika telah tiba saatnya kamu merasa membutuhkannya. Masalah kesiapan itu adalah sesuatu yang lain. Karena kamu tidak akan pernah siap jika ingin menyiapkan dirimu sesempurna mungkin. Jadi, kamu harus peka terhadap dirimu. Sudahkah kamu merasa butuh menikah? Jika sudah, tidak perlu banyak bicara. Segeralah menikah."

NB: Setelah ini jangan lagi bahas masalah ini. Janji ya? Kita saling mengingatkan, OK?
Powered by Blogger.